Saur – ngopi-ngopi at Parangndog

Parangndog
Tepatnya suatu malam pertengahan puasa Agustus 2011. Setelah maghribnya nemenin obi jualan pisang ijo di lembah UGM, Lumayan rame waktu itu. Sambil lihatin 160 yang berlalu lalang disekitaran lembah mencari jajanan buka puasa. (sebelum maghrib bisa jadi udah batal duluan karena banyak liat yang ginian, upsss….). Dilanjut ke Citro cafe belakang UGM, cafe teman dan sering buat ngumpul. Sambil smsin anak-anak siapa yg mau ikut saur outdoor tar malam. Lama ngumpulin masa cuma kami berlima yang bisa jalan .Rayuan obi ngajak fara juga gak berhasil, bukan karena dia ga jago ngrayu tp karena simboknya fara gak mengijinkan. Maya pun juga gak bisa ikut, karena aku ngajaknya dah terlalu malam. Walau ganjil akhirnya tetap berangkat. Sekarang gantian muter-muter nyari menu buat saur… Dipilihlah gudeg ceker depan bioskop Mataram. Kami membungkusnya dan langsung menuju tkp.

Sesampai parangndog angin cukup bersahabat. Lampu-lampu rumah remang-remang paris tampak kelihatan meriah dari sini. Ditambah suasana bulan hampir penuh. Ngopi, maen kartu, genjrang-genjreng dan saur gudeg diatas bukit timur parangtritis…
Nice moment dude!

kukuh, taufiq, obi, mey, konyep

Advertisements

Telaga Dringo

Nama Dringo didapat dari tumbuhnya dringo di sekeliling telaga tanpa ditanam orang. Telaga itu juga merupakan bekas kawah yang meletus pada tahun 1786. Terletak di desa Mojotengah kecamatan Reban kabupaten Batang, dan langsung berbatasan dengan desa Wonopriyo kecamatan Blado kabupaten Batang, sejalur dengan kawah candradimuka yang sudah masuk desa Pekasiran kecamatan Batur kabupaten Banjarnegaara. Telaga ini merupakan salah 1 telaga yg terletak di salah 1 puncak Dieng. Kalau kita berdiri di salah 1 puncak di sekeliling telaga, maka akan tampak cekungan bekas kawah yg meletus dan sekarang terisi air tersebut. Telaga ini adalah telaga yang jarang dikunjungi oleh wisatawan Dieng, treking yang jauh sulit dan jalan yang kurang bagus menjadi alasan utama. Telaga ini asri dan bersih, banyak ikan yg bisa dipancing sesuka hati. Cocok untuk hiking dan area camp yang cukup tersembunyi.

Di salah 1 puncak di sebelah barat, belum lama ini (tahun 2009) ditemukan sekumpulan makam kuno yang konon adalah makam para syekh.
Terdapat 11 makam dan sebagian sudah diketahui siapa saja tokoh tersebut. Sebelum ditemukan makam areal ini adalah lahan pertanian warga berupa tanaman kentang dan kobis. Sekarang sudah dibangun bangunan berupa punden punden buat orang berziarah, walau belum banyak dikunjungi.

Baca juga : Semalam di Telaga Dringo

dieng

diengdieng