Jalur Alternatif Batang – Bandar – Batur – (Dieng)

 Pertigaan Gerlang (poto diambil dari puncak purbukitan batu barat Gerlang)

Visualisasi otak…
Menggambarkan kembali jalan antara Bandar sampai Batur (penting gak penting semoga tetap berguna :)

Jalanan dengan berbagai kondisi yang harus dilewati untuk bisa sampai ke Dieng dengan waktu tercepat dan jarak tempuh terpendek.
Jalan dari  Batang ke Bandar gak usah ditanya, sepanjang +/- 17 kilometer bagus mulus hampir tanpa rintangan :D

Pertama… Jalanan dari Bandar bisa dikatakan aman, lebar halus mulus tanpa lubang. Cuma sekarang ada lampu “bangjo” di pertigaan depan kantor kecamatan Bandar. Kemudian sampai di pertigaan Blado – Kambangan, ambil lurus ke arah Kambangan (pertigaan ke kiri menuju Blado dan Sukorejo). Disini jalan mulai menyempit dan aspal tak semulus aspal hotmix jalan provinsi antara Bandar – Blado. Di pertigaan ini ditandai dengan tanjakan yang lumayan panjang dan tinggi. Diawali dengan sebuah proyek pondok pesantren “TAZAKA” di kiri jalan yang belum selesai pengerjaanya dan diakhiri dengan gedung STM NU Bandar. Sampai disini kanan kiri masih berupa kebon dan sawah warga. Memasuki desa Kambangan yang ditandai dengan pemukiman warga di kanan kiri jalan yang lumayan padat. Jalanan relatif masih aman dan ramai aktifitas warga.

Memasuki hutan pinus selatan Kambangan, jalanan mulai ada tikungan tajam dan tanjakan. Disini suasana cukup adem hijau dan asri pemandangan hutan pinus, ditambah aspal yang masih bagus. Naik ke arah selatan dikit, dijumpai tikungan tajam dan jalan yang mulai berlubang di kanan kiri. Dimulai dari tikungan yang membentuk setengah lingkaran sampai desa Kembanglangit jalanan penuh lubang, bahkan ada beberapa meter memasuki tanjakan desa Baturan jalan hanya bisa dipergunakan setengahnya, setengahnya lagi hancur. Sampai di desa Kembanglangit, biasanya saya mampir di warung kecil di pojok desa (selatan desa). Warung sederhana yang menjual aneka makanan kecil, terutama gorengan. Warung ini semakin nikmat jika dikunjungi dikala sore dan gerimis (menurut saya), gorengan anget ditambah kopi item panas, atau nyruput teh sangan sangit handmade si ibu pemilik warung. Teh ini dipetik sendiri dari kebun teh si ibu, proses pengeringanya secara tradisional. Menggunakan panci dari tanah atau orang jawa menyebutnya kendil, yang dipanaskan di tungku kayu lalu teh di sangan sampai benar-benar kering. Tanpa pewarna dan tanpa pengawet, benar-benar alami, sampai rasa sangitnya masih terasa kalau diminum (enak loohhhh…). Baca tulisanya disini.

Keluar dari warung itu dihadapkan pada jalanan yang lebih hancur, tanjakan dan aspal yang sudah seperti sungai mengering.
Hanya jembatan Sibiting yang jalanya lebar, bagus aspal masih mulus, karena memang belom lama diperbaiki. Di jembatan ini sering ada orang berhenti memakirkan motornya, foto-foto atau hanya untuk melihat-lihat pemandangan sekitar sini. Sungai jauh dibawah tampak bagus terlihat dari jembatan, tak jarang pula primata-primata ikut bertengger di pepohonan sekitar jembatan. Memasuki perkebunan teh Ngliyer jalanan yang lebih pantes buat dijajah mobil offroad dobel gardan. Pakai mobil atau motor standar kecepatan saja 20km/jam sudah bagus sekali…
sejenis sedan, tipe-tipe seperti honda j*zz  atau mobil keluarga dengan kaki rendah tidak disarankan melewati sini. Sejenis toyota a*anza masih relatif aman. Yang sering ditemui disini adalah truk box, truk pengangkut sayur atau mitusbihi L300. Motor anak muda yang gahul abis juga tidak disarankan, kecuali kalau memang ingin pulang dengan kondisi motor yang semakin gak berbentuk. Ban kecil semakin rawan bocor ketika kena batuan yang tajam, shock yang ceper semakin sering blok mesin nyentuh batuan (paling parah ya blok mesin bocor), gak ada bengkel atau tambal ban di sepanjang hutan. Jok trepes bikin pantas panas dan “ngapal”…

Selepas kebun teh memasuki kawasan hutan, Orang sini menyebutnya alas Kluwung. dimulai dari jalan cor beton yang juga sudah mulai mengelupas. Tampak papan besar kaya papan reklame di kota besar bertuliskan “memasuki hutan lindung kabupaten Batang, jagalah hutan untuk anak cucu kita”. Pohon-pohon besar dan tua menjadi pemandangan selanjutnya. Variasi jalan cor beton dan cor batu sungai menjadi komposisi utama jalanan di tengah hutan ini. Beberapa meter cor beton dilanjut beberapa meter sungai mengering, terus silih berganti sampai ujung hutan. Tanjakan dan tikungan tajam menjadi menu wajib yang harus dilewati. Di hutan ini masih sering dijumpai anggrek hutan, kidang, kelinci hutan, kucing alas, burung deruk, burung gagak, burung jalak,  dan celeng. Katanya masih ada macan jawa, tapi berkali-kali lewat belom pernah menjumpainya… Bisa dikatakan hutan ini masih asri, hijau, indah dan sejuk. Sampai desa Sikesut, desa kecil ditengah hutan, dengan jalan cor beton yang hanya beberapa ratus meter. Dilanjut dengan tanjakan terpanjang sebelum keluar hutan. Tanjakan ini tidak terlalu terjal namum jalan hancur dan panjang menjadikan harus lebih waspada, apalagi kalau hujan datang, batu-batunya akan sangat licin. Sehabis tanjakan ini dihadapkan pada jalan datar aspal mengelupas dan kemudian cor beton yang masih bagus di tanjakan terakhir penghujung hutan. Disebelah timur sudah mulai nampak puncak gunung Kemulan (puncaknya perkebunan teh Pagilaran dan Ngliyer)

Sampai di penghujung hutan, daerah ini sudah merupakan daerah konservasi dataran tinggi Dieng yang masuk kabupaten Batang. Jalan cor beton, dikanan kiri adalah ladang pertanian warga. Ketinggian -/+ 1800 mdpl  dengan udara yang sudah semakin sejuk dan curah hujan tinggi menjadikan daerah ini daerah pertanian yang subur. Kentang, kobis, loncang, wortel, kacang babi, lombok bagong dan pohon pepaya kerdil a.k.a carica sudah mulai hidup disini. Desa Kayuabang, desa Gerlang, desa Kradenan komposisi jalan masih serupa, aspal hancur dan cor beton, dibumbui tanjakan tajam dan tikungan yang hampir 180°. Sewaktu hujan jalan menjadi lebih licin, karena tanah dan lumpur masuk di jalan, diharapkan sangat hati-hati. Bahkan kadang terjadi longsor di tebing-tebing curam sebelum memasuki desa Gerlang.

Ada sebuah pertigaan di desa Gerlang. Sebuah SD, sebuah puskemas pembantu dan sebuah toko pertanian berada disitu. Ke kiri akan menjumpai desa Sidongkal, Watulembu, Wonopriyo. Ambil lurus menuju desa Kradenan. Setelah melewati desa Gerlang dan tanjakan tajam memasuki desa Kradenan, jalan sudah mulai bagus. Aspal baru melapisi cor beton dibawahnya. Bisa dikatakan jalan desa Kradenan menjadi yang paling bagus untuk saat ini. Perbaikan jalan sekitar bulan Januari 2012 masih tampak awetnya (entah dalam jangka waktu 1 tahun mendatang). Sampai diatas desa Kradenan, jalanan datar dan disebelah kanan dijumpai tugu perbatasan kabupaten Batang dan kabupaten Banjarnegara. Perbedaan jalan terlihat disini, perbedaan perhatian pada daerah terpencil bisa disimpulkan disini.
Sedikit cerita. dulu pernah ada wacana kalau daerah-daerah terpencil disini, seperti desa Kayuabang, Gerlang, Sidongkal, Watulembu, Wonopriyo, Kradenan pernah “diminta” oleh pemerintah kabupaten Banjarnegara, dengan tujuan mau dirawat dan dipelihara. Maksudnya mau dibangun berbagai infrastrukturnya, terutama jalan. Tetapi pemerintah Batang tidak menyerahkanya begitu saja, secara sumber mata air PDAM yang memenuhi kebutuhan sebagian besar warga Batang berasal dari hutan ini. Tetapi Batang juga seperti “menganak tirikan” daerah sini. Bahkan sampai sekarang kebutuhan listrik desa-desa diatas yang masuk kabupaten Batang masih di suplay oleh Banjarnegara. Orang sini membayar listrik bulanan bukan di kecamatan Blado melainkan ke kecamatan Batur, Banjarnegara. Terlihat dari bawah, hutan dan kawasan desa-desa ini tak tampak ada tiang listrik yang berjajar dari kabupaten Batang, yang ada adalah tiang listrik dari jalanan Kecamatan Batur.

Back to focus… Setelah melewati tugu perbatasan jalan sudah relatif bagus, aspalnya masih terawat dan hanya sedikit lubang. Konon, tugu perbatasan berada di puncak gunung Penanggungan, oleh itu sebab setelah melewati tugu yang dijumpai adalah turunan dengan masih disertai tikungan tajam (teteup…). Sampai di desa Tlogobang, desa pertama setelah perbatasan Batang Banjarnegara. Bisa dikatakan jalan setelah tugu perbatasan adalah bagus (milik Banjarnegara) walau tetep masih ada sebagian jalan yang berlubang besar dan menjadi kolam dadakan sewaktu hujan. Sampai di pertigaan kecamatan Batur, jalan utama Banjarnegara – Batur – Dieng sudah merupakan jalan yang bagus dan dapat dilewati berbagai macam ras mobil dan motor :)

Estimasi waktu yang dibutuhkan dari Pantura Batang sampai Dataran Tinggi Dieng kurang lebih 2 jam (versi ngebut) dengan menggunakan sepeda motor. Jikalau menggunakan mobil atau sejenisnya dipastikan lebih dari 2 jam. Berikut rincian waktunya :
– Batang – Bandar : 30 menit
– Bandar – Gerlang : 30 menit
– Gerlang – Batur : 20 menit
– Batur – Dieng : 30 menit

 

Review singkat tentang kondisi jalan alternatif ke Dieng melewati Batang – Bandar – Batur per Maret 2012. Bisa dikatakan jalan ini adalah yang terdekat dari arah pantura (diluar segala kekuranganya). Berikut rute nya : (Batang – Wonotunggal) – (Bandar – Kambangan – Kembanglangit) – (Sikesut – Gerlang – Kradenan) – (Tlagabang – Batur) – Dieng.
Dibanding lewat (Pekalongan – Kajen – Linggoasri – Paninggaran – Kalibening – Wanayasa – Batur – Dieng).
Atau jalur Sukorejo, baik yang masuk dari (Banyuputih – Limpung – Bawang – Plantungan), atau Weleri, kemudian melewati (Ngadirejo -Jumprit – Tambi – Kejajar – Dieng) atau (Ngadirejo – Parakan – Kledung – Kretek – Wonosobo – Kejajar – Dieng)

Berikut visual review nya : Review Jalur Bandar – Batur

94 responses to “Jalur Alternatif Batang – Bandar – Batur – (Dieng)

  1. Pingback: Prau – Jeroen and Leentje Honeymoon | KALDERAPRAU

  2. bro..boleh tau jalur limpung bawang ke arah dieng..recomended ga buat dilewatin pake mobil..rencana mo ke dieng lebaran besok..tq bro

  3. ok mas..btw kalo dari dieng mau ke semarang paling deket rute mana ya? soalnya saya rencana nginep nya di semarang..tx

  4. bro.. boleh minta info detail kalau dari pekalongan ke arah dieng lewat pagilaran ? arahnya lewat mana dan kondisi jalannya bgmn?
    thanks

    • gak bisa lewat pagilaran bro, pagilaran itu buntu dan ga bisa nyampe dieng.
      dari bandar ambil per3an lurus ke arah kambangan kembanglangit. mengikuti 1 jalan tersebut… menjumpai kebun teh ngliyer, masuk hutan, menjumpai desa sikesut, gerlang, kradenan, tlogobang dan masuk batur. kondisi jalan seperti yg saya ceritakan diatas

  5. Pingback: Jalur / Akses Menuju Dieng | KALDERAPRAU

  6. mas njenengan batang nopo semarang

    kalo, lewat pekalongan brarti via kajen, linggo asri, paninggaran, kali bening, wanayasa, batur, sampaii.
    aspal mulus, tapi tanjakan sekitar 30-50 derajat mungkin lebih (gx ngitung soalnya) trus tikungan juga tajam, kebanyak turunan langsung tikungan tajam…
    rata rata 4-5 jam padahal dari pekalongan ke dieng mungkin hanya 100 km kurang lebihnya…

    • kira-kira dibandingin sama tanjakan telaga sarangan..parah mana mas? kalo tanjakannya mirip-mirip masih ok sih..
      tanjakannya panjang ato cuma sedikit-sedikit mas?
      kalo sarangan lumayan panjang tanjakannya..hampir ga lolos saya
      sepertinya lewat kajen itu jalan propinsi..makanya mulus..boleh juga buat alternatif..soale lewat bandar lebih deket

      • parah sarangan mas, dsni tanjakan panjang gak banyak… yg jelas karena jalan rusak jadi lebih sulit buat nglewatinya.

        view dari jalur ini bagus, jalur kajen kalibening kalah menurut saya. walau bodol saya suka lewat jalanan ini (karena paling deket juga)

  7. boleh tanya mas? tp boleh lah
    aku dari batang kota,kira kira or menurut mas lewat pekalongan-kajen-n bnyk lg atau lewat limpung-parakan-n bla bla bla
    dari ke dua pilihan ni yang paling deket yang mana y ?

  8. Saat itu kami dalam perjalanan mudik ke Sby mampir Dieng. Dan
    rencananya akan kami ringkas terutama nama2 tempat utk dishare dengan alumni dengan link sbb:

    ftesenior@yahoogroups.com

    Hanya utk kalangan alumni sendiri sangat terbatas serta
    menggunakan foto-foto yang saya buat sendiri.

    Trim’s
    Andi

  9. mas minta info kalau dari semarang ke dieng lewat jalur mana?
    minta info penginapan yg recomend di dieng untuk 2 org (kisaran harga 200rban)

    • kalo tau jalur bandungan – sumowono – ngadirejo – jumprit – tambi – kejajar – dieng, mending lewat situ aja mas, menghemat waktu dan pemdangangan juga bagus. kalo kurang paham jalur situ ya lewat semarang – secang – temanggung – parakan – kledung – wonosobo – kejajar – dieng. atau semarang – weleri – sekorejo – ngadirejo – parakan – kledung – wonosobo – kejajar – dieng.

      Untuk penginapan bisa di homestay bu djono, atau sms saya saja :D

      • bisa tp tetep ketemunya jalan yg longsor diperbaiki itu mas. kalau boleh tau mobilnya apa mas? jalur pantura batang bandar dieng dijamin anti macet tp kondisi jalan bisa dilihat di review foto post ini

  10. ada lg jalur alternatip Oom via kab pekalongan timur, pantura – doro – petungkriyono – gumelem – jatilawang – batur – dieng.

  11. pernah nyampe tlogohendro to Oom..?.
    Sekarang jalur jalan doro-petungkriyono-gumelem-jatilawang sdh aspal mulus Oom, cm ada beberapa titik yg ada rusaknya, tp relatif bagus utk ukuran jalur jln di wilayah tsb, kmrn tgl 24 nov saya hbs nyoba lewat jalur tsb.
    Di petungkriyono jg ada air terjun yg lumayan bagus di desa curugmuncar Oom…, monggo sekali-kali mampir kesana…. :-)

    • tahun 2010 kalo gak salah, nyampe tlogohendro dan sekitarnya termasuk desa klindon 1200mdpl. iya kmrn oktober lewat wanayasa petungkriyono doro, jalan sudah bagus, cuma ada sedikit rusak di sekitar gumelem. curug muncar jalannya sudah selesai diperbaiki belum? camp area petungkriyono apa kabar? thx sudah di infokan :D

  12. Salam kenal,
    Wah, ternyata pekalongan bagian selatan pemandangany cakep2, pdahal q orang karanganyar pekalongan, tp blm prnah mnkmti smua keindahan alamnya,pngn k kendalisodo,curug muncar,rogojembangan,dll G pny tmen buat seru2an dsni,:(
    Btw aniwei baswei, ada komuntas2 adventur pkl dan sktarnya g gan? Pngn gabung,Nyari tm
    n advnture gitu..

  13. bro tgl 29 bsk m ke dieng dari semarang,ada info jalur wonosobo ditutup krna longsor…lewat terdekat mn ya..ktnya ngadirejo..btw bw mbl

  14. Bro, rencana lebaran akan jalan dr Jakarta-Dieng-Semarang. Kira2 Dieng- Semarang enakan lewat mana Bro? Maunya sih motong lewat atas, Wonosobo-Parakan-Candiroto-Boja-Semarang. Kira2 kondisi terkini gimana Bro? Thx ya.

    • Jalan Dieng Wonosobo belum bisa dilewati kendaraan roda 4 dan selebihnya karena ada perbaikan jembatan yg longsor di desa Tieng (sekitar 6km sebelum Dieng) . Penutupan sudah sejak 1 juni kmrn mas. Kalau mengendarai motor masih bisa :D

      • Oh…kalau Jkt-Dieng (via Pekalongan) kira2 gimana? Soale wes booking penginapan di Dieng je. Awal Agustus kira2 udah selesai belum ya? Terus kalau dari Dieng ke Semarang (tdk lewat Wonosobo) kira2 ada jalur motong yg enak nggak? Thx ya Bro…grepotin nih, bawa keluarga soalnya hehehe…harus clear dulu rutenya.

      • ada jalur pekalongan dieng lewat kajen, coba baca di post jalur akses menuju dieng. dieng semarang gak ada jalur motong, lewat pekalongan lagi atau muter lewat banjarnegara mas. nginep di homestay mana mas?

  15. Nginep di Sendangsari, Bro (sebelum Dieng dr Wonosobo, sebelum Tieng juga *dilihat dari guugle*). Mudah2an Agustus perbaikan selesai, kalaupun belum, nanti akan dibantu sama Sendangsari nya. Terimakasih ya Bro infonya…keep share.

  16. Bro mohon petunjuk arah, saya ada rencana mau mampir ke dieng tapi jalur wonosobo-dieng katanya ditutup.
    Kalau saya dari purwokerto, kira2 yang paling mendingan lewat mana ya?
    Browsing2 sih lewat wanayasa, tapi takut medannya terlalu ekstrim karena saya bawa anak-istri+ibu saya

    Thanks sebelumnya

  17. Mas garayy, sekalian nanya yg ditanya mas budiasa, kalo saya dari jkt rencana lewat pantura, kalo saya ikutin jalur mas budiasa, tp kemungkinan malam atau dini hari aman gak yah..? dari segi jalanan, atatu rekomendasi mas garayy gimana..? terima kasih sebelumnya

    • Maaf pak Arif S, baru sempat balas. baru nemu koneksi lagi. Sudah jadi jalan apa belum pak? moga2 belum ya dan jawaban saya jadi berguna hehe
      malam atau dini hari aman pak, jalan relatif bagus dan halus drpd jalur yg saya tulis di postingan ini. Kalau2 saya tidak pas online bisa dihubungi kesini pak : 08562777105
      terimakasih :D

  18. siang mas, mohon infonya.
    Kalo desember 29 2013 saya rencana pengin lewat Bandar Kembangan ke dieng, pake motor matic 115 cc standart, isi satu keluarga (saya , istri dan 2 anak kecil) kira kira lancar atau bermasalah.
    Trims

  19. brrooo itu ndak jalurnya yg dari Tulis(batang) lurus ke selatan bandar teruss lurusss ajaa smpe Batur itu bro??

  20. Baru banget tgl 28 mei 2014 Ke Dieng lewat jalan bandar. Jalanan setelah lewatin jembatan Sibiting semuanya jalanan berbatu semua sampai selepas hutan konservasi & memasuki desa pun gak kalah rusaknya jalan yang dibeton pun. Sampai naik motor pun harus didorong biar bisa jalan karena jalanan berbatu (2 motor matic pakai box). Yang anehnya tuh, orang2 liatin kita sepanjang jalan kirain kenapa gitu eh ternyata pas dirasain gak ada motor matic lewat sini…. hahahahaha *pengalaman seru ke Dieng*

  21. Aku pingin ke dieng lewat jalur via bandar – kambangan tp msh bimbang dg kondisi jalannya mz..tp pingin nyoba jg..tp takut jg kl ada problem.
    Rencana mw pake mtr vega..
    Menurut njenengan gmn mz.. lanjut ga?

      • selamat pagi… saya mamee nya gifar. rencana minggu besok saya sm suami mau ke pagilaran. saya berangkat dari semarang, untuk jalur paling dekat lewat mana ya..?kami menggunakan mobil sedan. terima kasih

      • dari semarang lurus ke barat sampai alun alun Batang. alun alun Batang ambil kiri jurusan Bandar. sampai Bandar ikutin petunjuk jalan arah Blado dan Pagilaran. Kalo bingung tanya orang saja bu, pasti dikasih tau, suwun :)

  22. pagi mas

    saya dari jakarta rencana akhir taun ini mau liburan ke dieng, nah pulangnya mau mampir dulu ke kampung halaman di Blado, Kab. Batang,
    Mohon Infonya mas untuk akses kendaraan umum terdekat dari dieng ke blado dan jarak tempuh paling dekat.
    trims.

  23. Salam Kenal Mas, rencana saya Awal Desember akan Gowes dari Pekalongan Kota ke Dieng boleh Info Rute yang Recommend utk Saya Lalui dan Estimasi brp Jam jika Gowes dr Pekalongan ke Dieng… Terima kasih “Salam Guntur”

  24. rencana tgl 27 des ini mau ke dieng nih, buat temen2 semua ada yg tau update kondisi jalan kajen-batur gmn? mohon infonya ya? matur suwun

  25. Pingback: Dieng; Keramahan dan Kearifan Lokal yang Memikat | Merangkum Jejak....

  26. jln dr blado ke batur ter update tgl 31 juli 2015 kemarin aq lewat sini pakai mobil jimny jln ada pengecoran di tengah hutan sekitar 100 mtr stlh kebun teh tepatnya di tengah hutan pinus trus jln bebatuan juga masih ngeri2 sedap baru stlh kluar kab batang n masuk kab banjarnegara jln sdh di aspal mulus , hanya kurang lebih panjang 2km sdng di kerjakn pengaspalan sblm masuk jl utama batur tanjakan serem jadi usahan mesin mobil hrs sehat trus sellu pakai gigi rendah ( gigi 1 ) n ancang2 sblm tanjakan maklum aq pakai mobil odong2 selmt beradventure ria maaf kmrin tegang ndak sempat foto2

  27. mau tanya mas …. kondisi jalan jalur batang – bandar – batur saat ini (Okt 2015) bagaimana ya, apa sdh ada perbaikankah dibanding uraian di atas (2012) ? saya pengen mencoba jalur tsb naik motor vespa ,,,,,, terus saya baca di media online katanya mau ada peningkatan jalur jalan batang – dieng oleh pemprov jateng, jalur yg manakah itu ? matur nuwun sanget inggih mas atas infonya ….

    • Mas Anshori, maaf saya sudah jarang skali buka blog ini. Dan jalur ini sudah layak dilewati berbagai ras kendaraan baik roda 2 atau roda 4. Cuma saya belum bisa mereview ulang setelah adanya perbaikan seperti yang ada di media online. Terimakasih :D

  28. Katanya sudah di beton sama dana pak gub ganjar pranowo dan pak bup yoyok….kita butuh reveiew yg terbaru mas…layak tidak jalannya sekarang

  29. Katanya jalan tsb sudah di bangun oleh pak gub ganjar pranowo dan pak bup yoyok.tolong di review ulang jalannya saat ini mas. Biar bisa bantu banyak orang. Udah layak di lewati mobil sebagai alternatif atau tidak?

    • Betul, jalan sudah halus mulus bisa dilewati motor dan mobil dengan nyaman. Cuma saya belum ada waktu buat mendokumentasikan dan mereview ulang jalur ini. Terimakasih sudah berkunjung :D

      • jalur sudah bisa dilewati..tapi sayang masih ada yg rusak parah pebatasan batang…harap hati-hati…kmrn barusan lewat….

  30. Asalamualaikum,
    Saya ada rencana ke Dieng dari Jakarta pada awal Desember 2016. Menggunakan 3 mobil pribadi.
    Yang mau saya tanyakan, jalur terebut apa sudah layak kami lalui? sebab Google Maps mengarahkan kami melalui jalur tersebut.
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s