Desa Pranten

Pranten merupakan salah satu desa di kecamatan Bawang kabupaten Batang yang berbatasan langsung dengan dataran tinggi Dieng. Berada di kaki gunung Prau sebelah utara dan lereng gunung Sipandu sebelah timur dengan ketinggian +/- 1700 mdpl. Kelurahan Pranten terbagi menjadi beberapa dusun, diantaranya; Siglagah (sekarang bernama Rejosari), Sigemplong, Bintoro serta Pranten itu sendiri. Dan beberapa desa lain rangkaian gunung Prau dan gunung Sipandu, yaitu; desa Pawuhan, Bitingan, Deles.
Secara letak Pranten dan Dieng sangat dekat, hanya dipisahkan gunung kecil yaitu gunung Sipandu dan desa yang bersebelahan di bagian Dieng adalah desa Pawuhan (desa sebelah timur PLTU Geo Dipa). Tetapi secara administratif sudah berbeda kabupaten, Pranten kabupaten Batang, Pawuhan kabupaten Banjarnegara.

Desa ini adalah desa terakhir semua akses kendaraan. Karena untuk menuju Dieng dari desa ini harus berjalan kaki di kaki gunung Sipandu, melewati jembatan rusak  yang tak lekas selesai pembangunanya, dan areal pertanian warga.
Jikalau memutar arah akan cukup jauh, untuk lewat jalur timur harus melewati Sukorejo (Kendal) – Ngadirejo (Temanggung) – Tambi – Kejajar dan Dieng. Untuk lewat jalur barat harus melewati Reban – Blado – Bandar (Batang) Batur (Banjarnegara) dan kemudian Dieng.

Sepanjang kurang lebih 15 Km, jalur Pranten adalah jalur kuno untuk masyarakat Dieng menjual hasil sayur ke pasar Bawang. Karena jaman dulu sebelum ada angkutan, pasar Bawang merupakan pasar terdekat yang bisa ditempuh dengan jalan kaki dari Dieng, dibanding pasar Batur dan pasar Kejajar. Menurut cerita, dahulu para petani Dieng bisa berangkat pukul 02.00 / 03.00 dini hari dan sampai pasar Bawang menjelang fajar. Tidak heran kalo Dieng – Bawang mempunyai hubungan yang erat, antara puncak gunung dan kaki gunung. Banyak terjadi hubungan yang berakhir ke pernikahan antara petani sayur dan penjual di pasar serta orang orang yang berada dalam lingkaran tersebut. Bahkan sampai sekarang, beberapa orang Dieng mempunyai suami/istri orang Bawang, begitu sebaliknya.

gunung prau

gunung sipandu

Di Pranten sendiri, sebagian besar mata pencaharian warga betumpu pada pertanian, terutama sayur. Ada areal tembakau tetapi tak banyak. Masyarakat disini cukup ramah, khas penduduk pegunungan. Banyak sumber air  yang cukup jernih, dan mata air kecil dari sini  menjadi sungai besar di kecamatan Bawang dan bermuara di pantai utara.

Ada akses lain dari Bawang ke Dieng yang bisa dilewati kendaraan. Jalurnya sama dari pertigaan pasar Bawang, kemudian ambil kanan menuju desa Deles. Dari Deles terus ke selatan dan akan bertemu dengan desa Bintoro – Sigemplong – Siglagah – Pawuhan – Dieng. Itupun bisa dilewatin saat musim terang dalam kondisi jalan agak bagus. Kalau musim hujan akan sangat licin dan sulit dilewati.

jembatan rusak pranten – siglagah yang terbengkalai pembangunanya

Pranten dengan background desa Sigemplong

Ada 2 air terjun bagus yang saling bersebelahan disini. Air terjun dengan sumber mata air panas dari proses geothermal di pegunungan Dieng.  Dan kawah Pagerkandang gunung Sipandu yang jarang dikunjungi wisatawan Dieng. Akan saya ulas dilain kesempatan.

Jika ingin merasakan hawa khas pegunungan, suasana desa yang asri, adem, sejuk, pemandangan hijau di kanan kiri serta keramah tamahan penduduknya, atau bahkan ingin terjun langsung membantu petani bercocok tanaman sayur, tidak salah jika Pranten menjadi alternatif tujuan refreshing.

Rute Bawang – Dieng :
Pasar Bawang  – Pranten (buntu, semua kendaraan berhenti di desa ini, ke Dieng dilanjutkan dengan jalan kaki)
Pasar Bawang – Deles – Bintoro – Sigemplong – Siglagah – Pawuhan – Dieng (jalan hanya bisa dilewati kendaraan roda 2 dan layak dilewati sewaktu musim kemarau)

gunung Sipandu dari jalanan desa

Pranten road

Baca juga : Curug Sirawe

11 responses to “Desa Pranten

  1. 29 mei 1996 jam 21.00 wib, aku mulai menapakkan kaki menuju hutan pinus, bertepatan dengan final piala eropa jerman Vs Rep. Ceko, Pranten waktu itu masih hijau dan sgt alami sekali (dok. tersimpan).

  2. Wow….good news. Btw, klo dari Bawang-Pranten klo bawa kendaraan sia2 ya coz gak bisa langsung ke Dieng. Saya pernah baca berita di Suara Merdeka (tanggalnya lupa) akan dibuat jalur Bawang-Dieng itu jalur yang mana ya? kasih tau dong informasinya.

    • iya benar mas prayit, kendaran mentok di pranten. ke dieng dilanjut dengan jalan kaki. bagi yg suka wisata sambil hiking bagus sebenarnya tempat ini

      rute yg kabarnya akan dibangun dari bawang lewat pranten tersebut, baik yg lewat desa bintoro atau desa pranten sendiri. semoga dengan terpilihnya bupati batang yg berasal dari bawang, proyek ini segera terealisasi

      • Pak Garayy : Jarak Pranten ke Dieng dengan jalan kaki itu kira kira berapa kilometer ? trims .

      • 5km mungkin ada (maaf kurang tau tepatnya berapa km). Agak jauh menurut saya, jalanan menanjak terjal, ada yg sudah beraspal, cor beton, ada yg berbatu dan yg masih tanah. Jika naik motor sekitar 10-15menit :D

  3. Pingback: Curug Sirawe | KALDERAPRAU

  4. Alhamdulillah jalan bithingan-deles mulai di garap.
    Minta doa restu kalian semua ya….
    Doakan ya smoga suksses

  5. Saya teringat sekitar tahun 1973, waktu itu masih duduk di SMPN1 Batang klas 3 bersama teman sekampung Pandean, Proyonanggan Batang (Saya, Mas Nono “Cahyono”, Susilo, Muji, Edi Handiono, Eko Multriyo) berangkat bersepeda bersama menuju Kec. Bawang, bermalam di rumah saudaranya Susilo. Esok paginya sehabis subuh berangkatlah ke Dieng yg waktu itu berjalan kaki sehari penuh, yg saya ingat perjalanan naik gunung masih susun tangga yg kanan kirinya pohon-pohon pinus atau jurang serta dinding tanah yg tinggi. Perjalanan yg asik, mampirlah di Desa Pranten yg saat itu ada satu-satunya warung yg menyediakan nasi jagung ikan asin (waah enak sekali……laper hehehe……). Sampai di Dieng sore hari bersiaplah pasang tenda kemah. Pagi harinya berjalan lagi menuju obyek wisata yg ada di Dieng : kawah, peninggalan arca2 (masih gak ya…?), candi pendowo limo, dll. sehari penuh……
    Esok harinya turun gunung menuju Bawang, nginap lagi di Bawang, esoknya pulang sampai Batang…………..
    Pingin lagi ke Dieng ……………..Pengalaman yg menyenangkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s