Traveller Kaskus DCF 2012

Nih poto-poto bareng #235 sebelum bubaran di DCF 2012. Loc : depan Losmen Asri

Advertisements

YPGP / MPCP – Rapat Pengurus #1

Diluar kesibukan masing-masing, rapat pertama ini berhasil mempertemukan kembali teman-teman seperjuangan dari 2 wilayah di lereng Gunung Prau, Wonosobo dan Kendal. Wonosobo diwakili dari Patak Banteng dan Kendal diwakili dari Sukorejo.

Rapat ini membahas visi misi kedepan MPCP, AD/ART , susunan pengurus dan pelegalan Yayasan Pelestarian Gunung Prau (YPGP). Banyak yang dibahas disini, termasuk juga pembuatan website www.gunungprau.com guna pusat informasi pelestarian dan kegiatan.

Tempat : Patean Sukorejo
Waktu : 6 Februari 2013
Daftar hadir :

  • Mujib Syafii
  • Andi Gunawan
  • Khamid Noer
  • Paulus Nugrahajati
  • Arin
  • Giyantono
  • Heri
  • Misyadi
  • Susanto
  • Desi Kristiana
  • Yoyok
  • Susana Y
  • Sendi Kurniawan
  • Bernard T. Wahyu Wiryanta

Adapun Kepengurusan yang terbentuk dalam rapat :

1. Ketua               : Bernard T. Wahyu Wiryanta
2. Sekretaris       : Desi Kristiana
3. Bendahara     : Paulus Nugrahajati
4. Humas :
– Humas Kawasan Lereng Utara      : Yoyok
– Humas Kawasan Lereng Selatan   : Mujib Syafii
– Humas Kawasan Lereng Barat      : Kukuh

1. Seksi Perlindungan Satwa Liar   : Andi gunawan
2. Seksi Perlindungan Flora             : Khamid Noer
3. Seksi Reboisasi                              : Susanto
4. Promosi dan Publikasi                 : Paulus N, Bernard T. Wahyu Wiryanta, Bee Violet Band


Selanjutnya masing-masing seksi dan yang menjabat pengurus akan membuat program kerja, masing-masing seksi dan mencari teman untuk membantu pekerjaannya. Tiap akhir bulan masing-masing seksi akan melaporkan pekerjaannya, kemudian team akan melakukan evaluasi dan membuat solusi dan program kerja selanjutnya. Selamat Bekerja :)

Gunung Prau – Spesies Jamur Liar (Wild Mushroom)

Jamur sering kita jumpai pada saat musim penghujan pada tempat-tempat yang lembab. Jamur tumbuh di kayu-kayu yang telah lapuk, serasah, jerami, dan bahan organik yang lainnya. Umur hidup jamur tidaklah lama, pada musim kemarau jamur sulit ditemukan kecuali pada lantai-lantai hutan yang iklim mikronya masih sangat bagus. Tidak semua orang mengetahui manfaat jamur, bahkan ada beberapa orang yang tidak tertarik untuk mengenalnya karena alasan kotor dan beracun. Beberapa jenis jamur telah diketahui bisa dimakan (edible mushrooms) bahkan ada yang berkhasiat obat. Tapi ada juga beberapa jenis lainya yang berbahaya untuk dimakan.

Identifikasi jamur liar di hutan Gunung Prau perlu dilakukan untuk mengetahui keragaman jamur liar yang tumbuh di dalamnya. Dari kegiatan identifikasi akan dapat diketahui jenis jamur apa saja yang berpotensi untuk dimakan, yang beracun, dan yang berkhasiat obat.

Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya, yaitu dalam hal : struktur tubuh, cara makan, dan reproduksinya.

a. Struktur Tubuh
Struktur tubuh jamur ada yang satu sel, misalnya: khamir, ada pula jamur yang multi seluler membentuk tubuh buah besar yang ukurannya mencapai satu meter, misalnya : jamur kayu. Tubuh jamur tersusun dari komponen dasar yang disebut hifa. Hifa membentuk jaringan yang disebut miselium. Miselium menyusun jalinan-jalinan semu menjadi tubuh buah.

Tubuh buah jamur pada umumnya tersusun oleh bagian bagian yang dinamakan  tudung/cap (pileus), bilah (lamellae), kumpulan bilah (gills), cincin (annulus/ring), batang/tangkai (stipe), cawan (volva), akar semu (rhizoids), sisik (scale)

b. Cara Makan
Untuk memperoleh makanan jamur menyerap zat organik dari lingkungan melalui hifa dan miseliumnya yang akan disimpan dalam bentuk glikogen. Jamur bersifat heterotrof yaitu sebagai konsumen murni yang bergantung pada subtract yang menyediakan karbohodrat, protein, vitamin, dan senyawa kimia lainnya. Sebagai makhluk heterotrof, jamur dapat bersifat parasit obligat, parasit fakultatif, atau saprofit.
  1. Parasit Obligatif, merupakan sifat jamur yang hanya dapat hidup pada inangnya, sedangkan diluar inangnya tidak dapat hidup, misalnya Pneumonia carinii (khamir yang menginfeksi paru-paru penderita AIDS).
  2. Parasit Fakultatif, merupakan jamur yang bersifat parasit jika mendapat inang yang sesuai, tetapi dapat bersifat saprofit jika tidak menemukan inang yang cocok.
  3. Saprofit, merupakan jamur pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang telah mati.
c. Reproduksi
Reproduksi jamur dapat secara seksual (generative) dan aseksual (vegetative). Secara aseksual, jamur menghasilkan spora. Sedangkan secara seksual pada jamur melalui kontak gametangium dan konjugasi. Kontak gametangium mengakibatkan terjadinya singami, yaitu persatuan sel dari dua individu.
Berikut macam spesies jamur yang berhasil kami temui tumbuh di rimba Gunung Prau :








Identifikasi jamur dilakukan pada jalur tracking yang ada di dalam kawasan rimba Gunung Prau. Selama di lapangan dilakukan pengambilan gambar dengan kamera. Selanjutnya akan dilakukan identifikasi jenis berdasarkan bentuk, warna, dan ukuran tubuh buah dengan merujuk pada berbagai sumber. Kami sangat senang bilamana ada yang hendak bertukar informasi dan sharing dengan kami tentang bahasan ini. Terimakasih.

Daftar Referensi :
dhony-syach.blogspot.com
wikipedia