Perkebunan Teh Ngliyer


Buat sekedar tiduran semalam sembari lihatin bintang-bintang & ngopi-ngopi diluar.
simple & easy :)

Review Jalan Bandar – Batur

Selatan desa Kemloko (Kel. Kambangan, Kec. Blado), bahu jalan longsor

Hutan pinus selatan desa Kemloko

Aspal mengelupas, selatan desa Kembanglangit

Dan ini setelahnya, jalan rusak di tikungan tanjakan

Jembatan Sibiting, sebelum perkebunan teh Ngliyer

Nama terang

Memasuki perkebunan teh Ngliyer, jalan rusak parah

Masih di tanjakan Ngliyer, “sungai mengering”

Penghujung perkebunan teh, sebelum memasuki hutan

Memasuki hutan (Alas Kluwung), aspal mengelupas

Peralihan aspal mengelupas dengan cor beton

Jalanan cor beton dan pemandangan hutan yang masih asri

Salah satu tanjakan/turunan dan tikungan tajam dalam hutan

Pemandangan hutan kanan kiri jalan

Desa Sikesut, desa kecil selatan Alas Kluwung

Hutan pinus terakhir, samar-samar puncak gunung Kemulan

Batas hutan dan lahan pertanian sayur warga. Kanan gunung Kemulan

Memasuki desa Gerlang, jalanan masih cor beton

Jalan mulus, selatan desa Kradenan. Menjelang perbatasan Batang – Banjarnegara

Jalan lurus sebelum pertigaan Batur. Kanan gunung Petarangan (Gn. Batur)

Warung Gorengan Kembanglangit

Warung sederhana yang berada di desa Kembanglangit, kecamatan Blado ini menjual aneka makanan kecil, terutama gorengan. Warung ini semakin nikmat jika dikunjungi dikala sore dan gerimis, gorengan anget ditambah kopi item panas, atau nyruput teh sangan handmade si ibu pemilik warung. Teh ini dipetik sendiri dari kebun teh si ibu, proses pengeringanya secara tradisional. Menggunakan panci dari tanah atau orang Jawa menyebutnya kendil, yg dipanaskan di tungku kayu lalu teh nya di sangan sampai benar-benar kering. Tanpa pewarna dan tanpa pengawet, benar-benar alami, sampai rasa sangit masih terasa ketika diminum.

Disini biasanya bertemu orang-orang dari desa daerah atas semacam Gerlang yang hendak pulang. Mampir untuk istirahat atau memborong gorengan untuk dirumah (karena diatas gak ada warung lagi).

Depan warung banyak berseliweran truk pengakut sayur menuju pasar Bandar. Kala sore,  biasanya turun kabut tebal menutupi sekitaran warung. Bisa dikatakan warung ini yang paling laris, selain gorenganya enak dan selalu anget juga karena si ibu penjualnya sangat ramah kepada semua pembeli yang datang.