Gunung Prau – Telaga Wurung

Advertisements

Gunung Pakuwaja

Gunung Pakuwaja atau orang Dieng menyebutnya dengan logat “Pakuwojo”. merupakan salah satu rangkaian gunung kecil di datarang tinggi Dieng yang terletak sejajar dengan gunung Kendil, gunung Prambanan dan bukit Sikunir di sebelah selatan dengan ketinggian 2395 mdpl.

Konon gunung ini merupakan “paku” nya Jawa. Di tengah gunung ini terdapat sebuah batu menjulang tinggi dari permukaan gunung. Orang Dieng mempercayai bahwa batu tersebut adalah “paku” nya Jawa. Di kanan kiri batu tersebut merupakan bekas telaga yang mengering, dan konon airnya berpindah mengalir ke bawah, yaitu ke telaga Cebong. Candi-candi di Dieng dibangun dengan menggunakan batuan Andesit yang berasal dari gunung ini.

Trekking ke gunung Pakuwaja tidaklah sulit. Untuk mendaki gunung ini paling cepat dan mudah lewat jalur desa Sembungan. Kemudian menyusuri lereng yang dipenuhi perkebunan kentang. Banyak petani setempat yang bisa membantu menuju puncak Pakuwaja, karena mendekati puncakpun merupakan areal perkebunan kentang warga Sembungan. Waktu tempuh kira-kira 30 menit dari sembungan ke puncak. Gunung pakuwaja sering digunakan untuk ritual atau semedi, banyak dijumpai bunga, sesaji dan dupa di batu besar tersebut.

Gunung Pakuwaja tahun 1938 (courtesy Tropenmuseum NL)

Gunung Pakuwaja tahun 2011

Gunung Prau – Awesome Juli

Ceritanya simple…

Kami ber 3 berangkat nanjak dari Dieng jam 2 siang, jalur mainstream.
Tanpa dokumentasi karena langsung tancap gas, ngibrit bagai anjing kena timpuk,
tak lupa ditambah ngos – ngosan tapi gak pake julurun lidah loh yah #Skip

Sampai pada hutan tower sekitar jam 4 sore dan langsung turun ke punggungan gunung menuju savana, dimana kanan jalan adalah jurang dan kalau jatuh saja bisa nyampe Dieng lagi. Bagai turun step karena nginjek lantai ular di permainan ular tangga #End

#1 – Ini poto di salah 1 puncak Prau, jepretan pertama dalam jalan sehat sore ini

#2 – Duduk – duduk di savana, nikmatin angin sepoi – sepoi

#3 – Hamparan bunga daisy (sepertinya sih spesies daisy endemik prau)

#4 – Bukit cinta (salah satu bukit di puncak prau )

#5 – Dobel S, “awesome”. Ini keesokan paginya

#6 – Landscaper, nunggu sunrise

#7 – Tinggal kasih jubah dah mirip “scarecrow”

#8 – Looks warm , kanan bawah “Taman Sireang” camp area

#9 – Kontur puncak gunung yang unik. Adakah ditempat lain? beri tahu saya

#10 – Before sunrise, Bukit Singgeni mendadak tertutup kabut

#11 – Three maskenthir, tugu perbatasan (ki – ka : danar – me – eko)

#12 – Trekking pulang

#13 – Telaga wurung berkabut, penuh dengan butiran butiran embun

#14 – Tiba di bukit pertama njepret, dan itu buah Cantigi

#15 – Romansa di ketinggian

#16 – Landscape Hunter

#17 – Perjalanan turun, ketemu ibu muda yang lagi ntraining putra putrinya

#18 – Pemuda tanggung di penghujung jalan (depan gunung Pangonan)

Sampai jumpa di Prau lagi :)