One Night Stands – Telaga Dringo

bakar kayu dan ranting kering

masak carica

silver sunrise , kiri gunung jimat, kanan jauh puncak sindoro

sinaran mentari pagi

pinggiran telaga

rerumputan luas

karing, sembari bikin kopi

Advertisements

Telaga Dringo

Nama Dringo didapat dari tumbuhnya dringo di sekeliling telaga tanpa ditanam orang. Telaga itu juga merupakan bekas kawah yang meletus pada tahun 1786. Terletak di desa Mojotengah kecamatan Reban kabupaten Batang, dan langsung berbatasan dengan desa Wonopriyo kecamatan Blado kabupaten Batang, sejalur dengan kawah candradimuka yang sudah masuk desa Pekasiran kecamatan Batur kabupaten Banjarnegaara. Telaga ini merupakan salah 1 telaga yg terletak di salah 1 puncak Dieng. Kalau kita berdiri di salah 1 puncak di sekeliling telaga, maka akan tampak cekungan bekas kawah yg meletus dan sekarang terisi air tersebut. Telaga ini adalah telaga yang jarang dikunjungi oleh wisatawan Dieng, treking yang jauh sulit dan jalan yang kurang bagus menjadi alasan utama. Telaga ini asri dan bersih, banyak ikan yg bisa dipancing sesuka hati. Cocok untuk hiking dan area camp yang cukup tersembunyi.

Di salah 1 puncak di sebelah barat, belum lama ini (tahun 2009) ditemukan sekumpulan makam kuno yang konon adalah makam para syekh.
Terdapat 11 makam dan sebagian sudah diketahui siapa saja tokoh tersebut. Sebelum ditemukan makam areal ini adalah lahan pertanian warga berupa tanaman kentang dan kobis. Sekarang sudah dibangun bangunan berupa punden punden buat orang berziarah, walau belum banyak dikunjungi.

Baca juga : Semalam di Telaga Dringo

dieng

diengdieng